JAKARTA, KOMPAS.com -- Keluarga Mama Lauren berencana untuk membagi-bagikan barang pribadi milik Mama Lauren kepada orang-orang yang datang dan berniat memintanya. Namun, keluarga mewanti-wanti kepada siapapun agar tidak mengistimewakan barang tersebut dan menjadikannya sebagai pesugihan. "Mungkin nanti kalau semua sudah selesai, sudah tenang, (barang Mama Lauren) ya dikasih ke orang, kalau ada yang datang. Tetapi, perlu diingat, Mama itu orang biasa juga," kata Handrijck Yulien Pasaribu, suami Mama Lauren, saat ditemui di rumahnya Cipinang Indah, Jakarta, Kamis (20/5/2010). Jika Anda menemukan diri Anda bingung dengan apa yang Anda telah membaca hingga saat ini, jangan putus asa. Semuanya harus jelas pada saat Anda selesai.
Ia menambahkan, saat ini barang-barang Mama Lauren masih dibiarkan seperti sediakala sebelum perempuan kelahiran Eindhoven, Belanda, 23 Januari 1932 itu meninggal. Pasalnya, kepergian Mama Lauren masih menyesakkan bagi keluarga. Juru terawang kondang itu meninggalkan memori indah di setiap sudut rumah dan barang-barang yang ditinggalkannya. Sementara itu, satu tempat favorit Mama Lauren, yang tidak pernah ia lewatkan, adalah teras rumahnya. "Mama suka ngajak ngobrol di teras. Kadang kami kalau belum pulang ditelponin, disuruh ngumpul di teras," tuturnya sambil menunjuk bagian teras rumahnya. (ANI)
Ia menambahkan, saat ini barang-barang Mama Lauren masih dibiarkan seperti sediakala sebelum perempuan kelahiran Eindhoven, Belanda, 23 Januari 1932 itu meninggal. Pasalnya, kepergian Mama Lauren masih menyesakkan bagi keluarga. Juru terawang kondang itu meninggalkan memori indah di setiap sudut rumah dan barang-barang yang ditinggalkannya. Sementara itu, satu tempat favorit Mama Lauren, yang tidak pernah ia lewatkan, adalah teras rumahnya. "Mama suka ngajak ngobrol di teras. Kadang kami kalau belum pulang ditelponin, disuruh ngumpul di teras," tuturnya sambil menunjuk bagian teras rumahnya. (ANI)
No comments:
Post a Comment