JAKARTA, KOMPAS.com -- Di tengah gairah industri film Indonesia kini, nama Putu Wijaya, sebagai sutradara film, justru tenggelam dan tidak terdengar lagi. Putu sendiri mengaku, sekian tahun terakhir ini ia memang tidak pernah menyutradari film lagi. "Saya pengin sekali, tetapi saya tidak terlalu pintar cari produser (film)," kata Putu saat dihubungi di Jakarta, Minggu (9/5/2010). Padahal, Putu telah melahirkan banyak karya istimewa. Selain menekuni dunia teater dan sastra, ia juga menjadi sutradara dan penulis skenario film dan sinetron. Anda mungkin tidak mempertimbangkan segala sesuatu yang baru saja Anda baca untuk menjadi informasi penting tentang berita terbaru. Tapi jangan kaget jika Anda menemukan diri Anda sendiri mengingat dan menggunakan informasi ini dalam beberapa hari mendatang.
Film yang telah disutradarainya adalah Cas Cis Cus, Zig Zag, dan Plong. Sinetron yang diarahkannya ialah Dukun Palsu, PAS, None, Warteg, dan Jari-Jari. Skenario film yang ditulisnya adalah Perawan Desa, Kembang Kertas, serta Ramadhan dan Ramona. Dengan ketiga skenario tersebut ia telah meraih Piala Citra. Seiring waktu berjalan, Putu semakin jarang menelurkan karya sebagai sutradara dan penulis skenario film dan sinetron. "Jadi sutradara sinetron terakhir tahun 2004," katanya lagi. Persaingan yang semakin ketat antarkreator menjadi salah satu penyebabnya. Menurut Putu, saat ini produser film cenderung memilih kreator muda dibandingkan dirinya. Maklumlah, kreator muda dinilai lebih mengerti selera pasar. "Anak-anak muda kan aktif sekali. Produser juga lihat pasar dan cari orang yang bisa mengerti pasar, dan saya ini termasuk orang yang enggak berhasil mencari produser," tuturnya. Sebenarnya, lanjutnya, selama ini ada juga sejumlah tawaran yang pernah menghampirinya. Seperti, tawaran untuk menyutradarai film-film Perang Puputan dan Prasejarah Riau. Namun, semuanya kandas. "Dulu sempat dihubungi, tapi enggak jadi-jadi, entah kenapa. Sinetron juga beberapa kali enggak jadi," tuturnya. (ANI)
Film yang telah disutradarainya adalah Cas Cis Cus, Zig Zag, dan Plong. Sinetron yang diarahkannya ialah Dukun Palsu, PAS, None, Warteg, dan Jari-Jari. Skenario film yang ditulisnya adalah Perawan Desa, Kembang Kertas, serta Ramadhan dan Ramona. Dengan ketiga skenario tersebut ia telah meraih Piala Citra. Seiring waktu berjalan, Putu semakin jarang menelurkan karya sebagai sutradara dan penulis skenario film dan sinetron. "Jadi sutradara sinetron terakhir tahun 2004," katanya lagi. Persaingan yang semakin ketat antarkreator menjadi salah satu penyebabnya. Menurut Putu, saat ini produser film cenderung memilih kreator muda dibandingkan dirinya. Maklumlah, kreator muda dinilai lebih mengerti selera pasar. "Anak-anak muda kan aktif sekali. Produser juga lihat pasar dan cari orang yang bisa mengerti pasar, dan saya ini termasuk orang yang enggak berhasil mencari produser," tuturnya. Sebenarnya, lanjutnya, selama ini ada juga sejumlah tawaran yang pernah menghampirinya. Seperti, tawaran untuk menyutradarai film-film Perang Puputan dan Prasejarah Riau. Namun, semuanya kandas. "Dulu sempat dihubungi, tapi enggak jadi-jadi, entah kenapa. Sinetron juga beberapa kali enggak jadi," tuturnya. (ANI)
No comments:
Post a Comment